Tujuan dan Manfaat SijariEMAS

TUJUAN

  • Tersedianya aplikasi sistem informasi dan komunikasi rujukan yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna dalam proses pelaporan kejadian gawat darurat, koordinasi dalam pemberian pertolongan korban kegawatdaruratan, dan komunikasi rujukan gawat-darurat antar fasiltas pelayanan kesehatan.
  • Tersedianya aplikasi komputer berbasis web dan mobile yang dapat diakses secara cepat dan mudah oleh petugas yang terlibat dalam pemantauan wilayah setempat kesehatan ibu dan anak untuk pengumpulan, pencatatan, dan pengolahan data kesehatan ibu dan anak secara elektronik
  • Tersedianya aplikasi pengingat dan edukasi mengenai kesehatan kehamilan, nifas, dan tumbuhkembang bayi yang dapat diakses melalui telepon genggam oleh ibu hamil dan keluarganya
  • Tersedianya dashboard real time dalam pelayanan pelaporan dan penanganan korban kegawatdaruratan, rujukan kegawatdaruratan, pemantauan kesehatan ibu dan anak, dan rujukan terencana.
  • Tersedianya basis data, informasi, dan laporan yang dapat diakses secara cepat untuk kepentingan evaluasi, perencanaan, dan pengambilan keputusan untuk perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

MANFAAT

  • Proses pelaporan kejadian kegawatdaruratan di masyarakat dapat terpantau guna meminimalisir jumlah kematian dan kecacatan pada korban kejadian kegawatdaruratan.
  • Meningkatkan kualitas dan intensitas komunikasi dan koordinasi penanganan korban kegawatdaruratan dan proses rujukan korban gawat-darurat.
  • Mencegah terjadinya multiple referral dan meminimalisir keterlambatan penanganan pasien rujukan gawat-darurat, serta meningkatkan kesiapan rumah sakit rujukan dalam menerima dan melakukan pelayanan pasien rujukan gawat-darurat;
  • Membangun komunikasi, kolaborasi, dan rujukan ilmu antara bidan di desa, tenaga kesehatan di Puskesmas, dan tenaga kesehatan di rumah sakit sehingga terjadi hubungan yang sinergis antara petugas kesehatan di fasilitas kesehatan dalam jejaring rujukan
  • Mempermudah pemilahan dan pelacakan data ibu hamil dalam proses monitoring ibu hamil di wilayah desa, kecamatan/puskesmas, atau kabupaten;
  • Meminimalisir jumlah ibu hamil dan bayi yang mengalami kegawatdaruratan yang dapat menyebabkan kematian ibu, bayi, dan balita
  • Memudahkan komunikasi dan koordinasi penanganan rujukan terencana dan meningkatkan kesiapan pihak rumah sakit rujukan dalam menerima dan melakukan pelayanan rujukan terencana;
  • Meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan ibu hamil beserta keluarganya mengenai kesehatan kehamilan, persalinan, nifas, tumbuh-kembang bayi, dan pengetahuan lain terkait kesehatan ibu dan anak.